Mewujudkan Pokdi sebagai Pusat Pelatihan HIV Nasional

Pokdisus AIDS FKUI/RSCM (Pokdi) berdiri pada tanggal 13 Maret 1986. Dalam usianya yang sudah melebihi 20 tahun itu Pokdi telah berperan dalam melaksanakan pelayanan, pendidikan, dan pelatihan serta penelitian dalam bidang HIV/AIDS. Jumlah odha secara kumulatif yang dilayani Pokdi telah melebihi 5000 orang termasuk odha anak sekitar 300 orang.

Pokdi juga telah melayani ibu hamil HIV positif karena proporsi odha (orang dengan HIV positif) perempuan di pokdi meningkat dari 17% pada tahun 2004 menjadi 24% pada tahun 2008. Pokdi juga sudah lama menjadi tempat pendidikan bagi mahasiswa FKUI dan peserta program dokter spesialis dari berbagai bidang ilmu. Penelitian Pokdi mencakup penelitian klinis dan penelitian dasar dan jumlah publikasi internasional Pokdi terus meningkat.Untuk meningkatkan kemampuan tenaga kesehatan di Indonesia pemerintah telah banyak mengirim dokter, perawat, tenaga laboratorium ke luar negeri terutama ke Thailand, termasuk tenaga kesehatan dari Pokdi. Dengan semakin meningkatnya jumlah odha serta variasi kasus yang cukup banyak, ditambah dengan penelitian klinis yang telah banyak dilaksanakan maka sudah saatnya kita mewujudkan  Pokdi sebagai Pusat Pelatihan HIV Nasional. Keberadaan pusat pelatihan nasional tersebut akan dapat menghemat biaya pengiriman keluar nageri serta dapat memberikan pengalaman pada peserta pelatihan dengan keadaan situasi nyata yang ada di Indonesia.

Kebutuhan pelatihan

Kasus HIV di Indonesia diperkirakan akan masih meningkat sampai 2020, oleh karena itu perlu dipersiapkan tenaga kesehatan dari seluruh pelosok tanah air yang mampu melakukan upaya penyuluhan, pencegahan, PITC, CST, serta juga mampu melakukan dukungan dan pemberdayaan. Untuk itu dibutuhkan berbagai pelatihan diantaranya:

1.       VCT & PITC

2.       Upaya Pencegahan terutama melalui intervensi biomedik

3.       Penatalaksanaan Klinis

4.       Peningakatan kemampuan laboratorium termasuk untuk kemampuan mendiagnosis infeksi oportunistik

5.       Dukungan dan Pemberdayaan untuk dapat memulihkan situasi psiko-sosial

Pokdi FKUI/RSCM mempunyai tenaga dokter, perawat, tenaga laboratorium, dan konselor yang cukup berpengalaman untuk menjadi pelatih nasional. Jumlah kasus maupun spesimen yang diperlukan untuk meningkatkan kemampuan peserta peserta pelatihan amat memadai. Langkah yang perlu dipersiapkan adalah menyusun modul-modul pelatihan dan pokdi dapat bekerjasama dengan departemen pendidikan kedokteran FKUI serta bidang diklat RSCM. Pokdi juga perlu membina hubungan dengan rumah sakit daerah baik pemerintah, swasta, perhimpunan profesi (kedokteran, keperawatan), penggalangan dana baik Kementrian Kesehatan maupun lembaga donor.

Visi pokdi dalam bidang pelatihan di masa depan diharapkan pokdi dapat berperan penting dalam meningkatkan kemampuan SDM terutama tenaga kesehatan diseluruh tanah air. Disamping pelatihan2 terencana pokdi juga dapat menjadi tempat magang bagi tenaga kesehatan, baik tenaga kesehatan rs pemerintah maupun swasta. Upaya clinical mentoring (CM) terhadap rumah sakit daerah yang selama ini telah dilakukan bersama PDPAI dan IDI perlu ditingkatkan. Clinical mentoring (CM) rumah sakit daerah ternyata mendapat sambutan baik. Hal ini karenakan pada saat CM pembahasan kasus disesuaikan dengan sumber daya yang tersedia di daerah. CM juga dapat mengidentiiikasi pengembangan yang  diperlukan di RS daerah. CM yang baru saja dilakukan di RSU Provinsi Sulawesi Utara Kendari menemukan sejumlah permasalahan, baik dalam bidang VCT maupun CST. RSU Kendari yang telah ditunjuk sebagai RS pemberi pelayanan ARV, belum dapat secara meyakinkan mendiagnosis infeksi HIV karena terbatasnya sarana pemeriksaan laboratorium. Semangat teman-teman peserta CM perlu ditanggapi dengan perhatian Kementrian Kesehatan untuk meningkatkan kemampuan RSU daerah, terutama yang sudah ditunjuk melanyani ARV. Pada September tahun 2007 pimpinan RSCM telah memberikan dukungan kuat dengan meningkatkan status kelembagaan Pokdi menjadi Unit Pelayanan Terpadu (UPT) HIV RSCM. Meski telah memiliki berbagai faktor yang dapat mendukung untuk mewujudkan Pokdi sebagai Pusat Pelatihan HIV Nasional, akan tetapi komitmen pimpinan FKUI dan RSCM, juga dukungan berbagai institusi di lingkungan FKUI dan RSCM serta kerja keras teman-teman di Pokdi masih sangat diperlukan.

Sumber Hallo Cipto, Edisi Januari & Februari 2011

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s