Infeksi HIV pada anak

Sebagian besar transmisi HIV pada anak terjadi secara vertikal yaitu dari ibu ke anak yang mayoritas ditemukan pada usia di bawah 5 tahun.; Cara penularan yang lain adalah secara horizontal misalnya melalui transfusi darah dan kekerasan seksual.. Perjalanan alamiah infeksi akibat transmisi vertikal dapat dilihat melalui progresivitas pada anak yang lebih cepat, kadar plasma virus yang tinggi dan lama, dan banyaknya organ yang rusak karena kadar virus yang tinggi. Tipe progresivitas penyakit ada tiga yaitu rapid progresor, slow progresor, dan long term non progresor. Spektrum klinis infeksi pada anak dapat dilihat melalui umur, gejala, fungsi imun, dan ko¬infeksi. Diagnosis HIV pada anak ditegakkan berdasarkan klinis (gejala dan tanda) serta pemeriksaan laboratorium yang tepat.

Pada awalnya, gejala mungkin belum terlihat. Namun apabila jumlah virus semakin banyak dan kekebalan tubuh semakin menurun, maka timbul infeksi infeksi oportunistik seperti infeksi jamur pada saluran cerna, diare kronik, tuberkulosis, infeksi parasit di paru paru, dan sebagainya. Salah satu gejala lain yang penting adalah adanya gizi buruk atau gagal tumbuh.

Pilihan pemeriksaan laboratorium bergantung pada usia anak. Pada anak anak di atas 18 bulan pemeriksaan laboratorium yang diperlukan adalah pemeriksaan antibodi HIV sedangkan pada usia di bawah 18 bulan maka pemeriksaan laboratorium yang dibutuhkan adalah pemeriksaan jumlah virus. Antibodi HIV ibu pada saat kehamilan ditransfer ke janin. Antibodi ini akan menghilang pada usia 12 18 bulan. Sehingga untuk diagnosis infeksi HIV pada anak di bawah 18 bulan tidak dapat dilakukan hanya berdasarkan pemeriksaan antibodi HIV saja, tetapi harus dengan pemeriksaan virus (PCR RNA HIV).

Tujuan tata laksana HIV adalah menghambat replikasi virus, mengembalikan dan mempertahankan sistern imun, menurunkan morbiditas dan mortalitas, tumbuh kembang optimal, dan meningkatkan kualitas hiclup. Tata laksana infeksi HIV pada anak meliputi pemberian nutrisi dan pemantauan pertumbuhan, pencegahan infeksi oportunistik dengan profilaksis kotrimoksasol, menentukan stadium (WHO/CDC), menentukan stadium imunosupresi (pemeriksaan CD4), menentukan infeksi oportunistik dan terapi, menilai situasi keluarga, clan menilai indikasi terapi ARV. Masalah penanganan anak dengan ARV yaitu antara lain jenis obat yang terbatas, formularium anak yang ticlak ada, jumlah dokter anak terlatih yang terbatas, kepatuhan paslen ARV masih kurang sehingga risiko resistensi obat meningkat, dan pemantauan yang kurang.

Sedangkan masalah pada penanganan anak dengan infeksi HIV yaitu antara lain masalah pemberian ARV, pengasuhan yang pemberiannya tergantung pada pengasuh seperti orang tua atau pengganti orang tua yang dilakukan berganti ganti, adanya prematuritas, problem makan, anak menolak minurn obat, rasa/tekstur, tidak ada kebiasaan rutin, sekolah, dan adanya efek samping. Selain itu juga adanya masalah infeksi oportunistik berat atau berulang dengan jangka waktu perawatan yang cukup lama dan berulang sehingga mengeluarkan biaya besar. Perawatan di rumah sakit disesuaikan dengan indikasi rawatnya dan penting untuk diingat penerapan kewaspadaan universal pada prosedur invasif.

Keberhasilan tata laksana anak yang infeksi HIV adalah dengan mendapatkan tata laksana yang optimal sehingga mereka dapat hidup seperti anak normal lainnya, angka infeksinya menurun, angka perawatan rumah sakit menurun, aktivitas normal, dapat bersekolah dengan baik, dan dapat mencapai potensinya.

Disampaikan oleh dr. Dina Muktiarti, SpA pada acara Simposium, “Peran Tenaga Kesehatan dalam Penanggulangan HIV/AIDS di Indonesia, 2009.

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s