GIZI PADA ODHA

Pokdisus Aids

Fitri Hudayani, SST

Instalasi Gizi RSUPN Dr. Cipto Mangunkusumo

Zat gizi di dalam makanan kebutuhannya tergantung pada bagaimana makanan dimanfaatkan untuk pertumbuhan, reproduksi, dan pemeliharaan kesehatan. Makanan mengandung zat gizi yang berbeda antara lain mencakup karbohidrat, protein, lemak, vitamin, dan mineral yang masing – masing bahan makanan memiliki nilai yang berbeda sesuai dengan kelompoknya. Bahan makanan dengan zat gizi yang baik dan seimbang diperlukan ODHA (Orang Dengan HIV/AIDS) untuk mempertahankan, meningkatkan fungsi sistem imun dan meningkatkan kemampuan tubuh untuk memerangi infeksi, dan menjaga ODHA tetap aktif dan produktif menjalani hidupnya. Ketika HIV menyerang seseorang, maka kekebalan tubuh alami untuk melawan penyakit dan kuman akan memburuk. Ketika system kekebalan tubuh ODHA melemah, maka kuman mengambil keuntungan dari keadaan ini yang dapat menyebabkan penyakit pada penderita seperti demam, batuk, gatal, diare kronik, pneumonia, TBC, dan sariawan.

Waktu yang dibutuhkan HIV menjadi AIDS tergantung kepada status kesehatan dan status gizi penderita sebelum dan selama terinfeksi oleh virus. Banyak penderita yang hidup dengan virus antara 10 tahun atau lebih jika mereka mampu menjaga kondisi dan keseimbangan gizi untuk dirinya. Jika seorang ODHA mempunyai status gizi yang baik, maka daya tahan tubuh akan lebih baik sehingga memperlambat memasuki tahap gawat AIDS (acquired immune deficiency syndrome).

Sumber : A Guide for Nutritional Care and Support, 2004

Kebutuhan gizi pada ODHA berbeda – beda sesuai dengan kondisi individu dan perkembangan penyakitnya. Kebutuhan energi meningkat sekitar 10 sd 30 % dari kebutuhan normal, untuk kebutuhan protein berkisar antara 1,5 sd 2 gram/kg berat badan, sedangkan kebutuhan lemak dan karbohidrat normal. Pemenuhan kebutuhan gizi dapat didapat dari makanan yang sehari – hari dikonsumsi oleh ODHA.

Konsumsi makanan dengan jumlah yang sesuai dengan kebutuhan sangat diperlukan untuk menunjang kesehatan, pertahanan tubuh dan mempertahankan berat badannya agar tidak turun drastis. Tetapi pada kenyataannya hal tersebut tidaklah mudah, ada beberapa hal yang menyebabkan jumlah makanan yang dikonsumsi tidak sesuai kebutuhan. Beberapa masalah makan biasanya ditemui antara lain menurunya nafsu makan, berubahnya pengecapan, sariawan, dan lainnya. Untuk mengatasi hal tersebut dapat dilakukan beberapa usaha, antara lain :
1. Konsumsilah makanan yang padat gizi, misalnya susu, jus kacang hijau, es krim, roti isi, makanan yang ditambahkan margarine, alpukat dan kacang – kacangan dan hasil olahannya.
2. Konsumsilah makanan dalam porsi kecil dan sering terutama apabila dalam kondisi mual dan tidak nafsu makan.
3. Makanan utama dalam bentuk makanan padat dan tinggi kalori, misalnya krim sup, sereal dengan susu, ikan goreng tepung, sup ayam.
4. Makanan rendah kalori ditaruh diakhir sajian/setelah makan, misalnya buah, minuman manis, agar – agar.
5. Makanlah secara perlahan dan santai serta ciptakannya suasana yang menyenangkan saat makan.
Bahan makanan yang dianjurkan antara lain :
6. Daging, ikan, ayam, dan telur sebagai sumber lauk hewani.
7. Kacang – kacangan dan produk olahannya karena mengandung energi dan protein untuk memenuhi kebutuhan gizi.
8. Tempe dan produknya, selain tinggi protein dan vitamin B12 tempe juga mengandung bakterisida yang dapat membantu mengatasi dan mencegah diare.
9. Kelapa dan produk olahannya yang dapat membantu memenuhi kebutuhan lemak sekaligus sebagai sumber energi. Kelapa juga sebagai sumber MCT (medium chain trygliserida) yang mudah diserap.
10. Sayur – sayuran berwarna seperti wortel, daun – daunan, kacang panjang dan buncis yang mengandung zat dan vitamin peningkat daya tahan tubuh dan sebagai anti radikal bebas.
11. Buah – buahan untuk membantu memenuhi kebutuhan vitamin.
12. Makanan dalam bentuk matang.
13. Air masak, bersih dan aman.
14. Jagalah kebersihan makanan dan alat makan yang digunakan.
Bahan makanan tidak dianjurkan adalah :
15. Bahan makanan yang menimbulkan gas, seperti ubi, kol, sawi, nangka, duarian.
16. Makanan yang terlalu berlemak, seperti santan kental, daging berlemak, jeroan, gorengan. Makanan yang terlalu berlemak akan akan menambah rasa mual terutama jika keluhan tersebut sedang dialami.
17. Makanan dengan bumbu yang merangsang, misalnya cabe, lada dan cuka.
18. Bahan makanan mentah seperti lalapan.
19. Makanan yang kurang masak seperti sate, telur setengan matang, stik daging.
20. Minuman bersoda dan beralkohol.

Contoh menu dalam sehari :
Pagi Nasi
Omelet
Setup Wortel
Susu
Pukul 10.00 Jus kacang hijau
Siang Nasi
Ikan bumbu kuning
Tempe bumbu tomat
Sup Sayuran
Jus Melon
Pukul 16.00 Puding buah
Malam Nasi
Daging semur
Tahu goreng
Sayur bening bayam
Pisang
Pukul 21.00 Biskuit

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s